Senin, 23 November 2009

karena aku, hanyalah aku

tak mungkin ada yg bisa menghindar dari cinta...
meski tak semudah itu mencinta...
tak seelok tubuh dengan gaun malam nya...
bila lidahku telah kelu mengucap perihnya nestapa...

mengapa harus ini yg dilalui sang "rindu" dalam kalbu?
tak enggan kah "kamu" berpaling dari hatiku...
aarrgghh...
aku jemu merindumu...
meski itu tak sejalan dg nafsuku...
aku bosan menunggu...
tapi kedua kaki ku telah terpaku...
dalam haru biru mu...
rindu...

jika....
tiba waktu kala kamu merindu...
mungkin aku telah jengah dlm ruang tunggu...
tapi tetaplah datang...
dan temani... jejak kerinduanku yg masih tersisa selalu untukmu..
entah esok, lusa, atau seribu tahun lagi...
ruang tunggu itu...akan selalu menantimu...
untukku...
meski hilang jasadku...binasa ragaku...
keabadian akan selalu ada dalam suatu "ruang tunggu"
untuk mu..."keseribu kalinya..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar